Kenapa Makanan Pedas Bikin Nagih dan Apa Efeknya ke Tubuh

Kenapa Makanan Pedas Bikin Nagih dan Apa Efeknya ke Tubuh

Makan makanan pedes enak sih ya, dari seblak, sambal, sampai mie dengan level pedas yang rasanya nagih banget walaupun bikin mulut panas bahkan perut mules. Tapi apa yang bikin pedas itu nagih banget ya? Terus efek ke tubuh gimana? Simak yuk penjelasannya.

Gabungan Sensasi dan Hormon Bahagia

Capsaicin adalah bahan yang bikin makanan terasa pedas dan panas di mulut, dan senyawa inilah yang ditemukan di cabai. Senyawa yang menempel di lidah yang dikenal sebagai TRPV1 memberi sinyal panas ke otak sehingga memunculkan sensasi pedas di lidah.

Sensasi pedas itu direspon oleh tubuh dengan melepaskan endorfin yang muncul saat merasa senang atau sedikit kesakitan. Hormon ini memberikan sensasi kebahagiaan yang ringan dan nyaman. Capsaicin juga merangsang dopamin yang juga menjadi hormon kesenangan.

Munculnya hormon endorfin dan dopamin saat sensasi pedas muncul membuat rasa pedas terasa nagih karena tubuh secara tidak langsung kecanduan dengan sensasi bahagia yang diberikan kedua hormon tersebut.

Hormon bahagia yang bikin mood naik ini bikin tubuh ingin mencoba lagi dan efeknya mirip dengan olah raga ringan. meskipun ada rasa sakit dari lidah terbakar mood tetap naik karena hormon endorfin dan dopamin yang muncul.

Efek Positif Pedas ke Tubuh

Makanan pedas ternyata punya beberapa manfaat, terutama kalau dikonsumsi secukupnya:

1. Metabolisme sedikit meningkat

Capsaicin bikin tubuh bekerja ekstra untuk menurunkan rasa panas dari makanan pedas yang bisa bikin prosesnya sedikit meningkatkan pembakaran kalori, meskipun tentunya tidak sama dibanding olahraga atau aktivitas fisik.

2. Sirkulasi darah lebih lancar

Karena pedas memunculkan rasa panas, jantung mulai berdetak sedikit lebih cepat dan membuat pembuluh darah sedikit melebar dan sirkulasi darah lebih lancar. Secara tidak langsung hal ini bisa bikin badan terasa lebih hangat.

3. Pencernaan lebih aktif

Rasa pedas dapat merangsang enzim pencernaan dan meningkatkan sedikit asam lambung yang membuat proses pencernaan lebih tepat. Hanya berlaku untuk orang dengan lambung normal, bagi penderita GERD atau maag, pedas bisa memicu kambuh.

4. Mood naik

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sensasi pedas dapat memicu pelepasan endorfin dan dopamin yang merupakan dua hormon yang memunculkan rasa bahagia pada tubuh.

Efek Samping Makan pedas

Tentu saja, terlalu banyak pedas bisa memberi efek sebaliknya:

  1. Lambung panas dan perut mual bahkan bisa sampai muntah, terutama untuk yang punya masalah GERD.
  2. Diare atau buang air besar lebih sering, karena capsaicin merangsang saluran pencernaan.
  3. Mulut atau tenggorokan terbakar, kadang bikin napas sesek dan rasa tidak nyaman.

Jadi, meski nagih, tetap perlu kontrol porsinya supaya tubuh tidak “protes”.

Kenapa Tetap Nagih?

Selain hormon bahagia, ada faktor psikologis:

1. Sensasi tantangan

Pedas itu seperti tantangan yang harus ditaklukkan. Bahkan banyak konten kreator video yang membanggakan kemampuan makan pedasnya yang membuat banyak orang ikut tertarik makan pedas.

2. Endorfin ringan bikin senang

Sensasi lega dan bahagia sesaat membuat tubuh “mengingat” pengalaman positif. Jadi meski lidah panas, tetap ingin nambah lagi.

3. Asosiasi rasa & kenikmatan

Makanan pedas biasanya disajikan dengan makanan favorit lain, seperti seblak, mie, atau nasi, sehingga pengalaman makan makin menyenangkan.

Tips Makan Pedas Tanpa Over

Agar bisa menikmati pedas tanpa efek buruk:

  1. Mulai dari level ringan kemudian naik perlahan sesuai toleransi lidah dan lambung.
  2. Kombinasi dengan makanan penetral seperti nasi, telur, atau susu bisa membantu menurunkan sensasi panas.
  3. Jangan makan pedas saat perut kosong karena pedas saat lambung kosong bisa memicu maag atau rasa panas berlebih.
  4. Perhatikan kondisi tubuh contohnya kalau GERD sedang kambuh, sebaiknya tahan dulu, jangan memaksakan.
  5. Nikmati perlahan, makan pelan memberi waktu tubuh menyesuaikan dan memaksimalkan sensasi nikmatnya.

Makanan pedas bikin nagih karena adanya hormon bahagia alias efek kimia otak yang membuat tubuh merasakan euforia ringan yang bikin otak ketagihan. Efek positif dari makanan pedas hanya akan ada jika dimakan dalam jumlah yang tepat bukan yang berlebihan. Jangan makan pedas berlebihan apalagi jika memiliki kondisi GERD atau maag.

Mulai dari level ringan untuk memulai menikmati pedas dengan cukup dan dikombinasikan dengan makanan netral dan diutamakan untuk tidak makan dalam perut kosong agar perut merasakan panas, mual atau bahkan muntah hingga diare.